Jakarta (KABARIN) - Kasus child grooming kembali ramai diperbincangkan di media sosial beberapa waktu terakhir, bikin banyak orang sadar kalau anak-anak bisa terancam bahaya yang nggak kelihatan.
Di balik viralnya kasus-kasus itu, ada dampak jangka panjang yang sering luput dari perhatian, yaitu bagaimana praktik manipulatif ini bisa mengganggu tumbuh kembang anak secara keseluruhan.
Child grooming nggak cuma meninggalkan trauma psikologis, tapi juga bisa bikin perkembangan emosi, sosial, dan kepercayaan diri anak terganggu. Makanya penting banget buat orang tua dan masyarakat paham dampaknya, supaya bisa lebih waspada dan menciptakan lingkungan aman bagi anak baik di dunia nyata maupun dunia digital.
Dampak child grooming terhadap tumbuh kembang anak
- Anak terdorong untuk menuruti keinginan pelaku demi menjaga kedekatan emosional, sering nggak sadar sedang dimanipulasi
- Gangguan tidur, susah terlelap atau sering terbangun di malam hari
- Konsentrasi belajar menurun sehingga prestasi di sekolah ikut terdampak
- Kehilangan rasa percaya diri dan merasa tidak berharga karena pelaku menanamkan rasa bersalah
- Muncul perasaan takut, malu, dan bersalah berlebihan sehingga anak enggan minta tolong atau cerita
- Bingung memahami batasan hubungan yang sehat antara anak dan orang dewasa
- Gangguan perkembangan emosi, sulit mengelola perasaan dan bereaksi wajar terhadap situasi
- Mudah curiga pada orang lain dan kesulitan membangun hubungan sosial yang sehat
- Muncul gangguan kecemasan, perasaan tertekan, hingga depresi yang berkepanjangan
- Perubahan pola makan, kehilangan nafsu makan atau makan berlebihan
- Risiko mengalami gangguan stres pascatrauma (post-traumatic stress disorder/PTSD) akibat tekanan emosional
- Jika berujung kekerasan seksual, risiko tertular penyakit menular seksual yang membahayakan kesehatan jangka panjang
Selain itu, anak korban child grooming bisa menunjukkan perubahan perilaku signifikan, misalnya lebih tertutup, enggan berbagi cerita dengan orang tua, atau mudah marah dan sensitif.
Beberapa pelaku bahkan memperkenalkan anak pada alkohol atau narkoba, yang jelas berpotensi merusak keselamatan, kesehatan, dan perkembangan anak secara menyeluruh.
Karena itu, kewaspadaan dan peran aktif orang tua serta lingkungan sekitar sangat dibutuhkan untuk mencegah dampak yang lebih serius dari child grooming.
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026